VISKOSITAS ZAT CAIR

Nurul afdalia adam (6050019012)

Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri

Alauddin Makassar

Email: nurulafdalia76@gmail.com

Abstrak

Telah dilakukan percobaan viskositas zat cair pada untuk menentukannilai viskositas pada zat cair. Percobaan ini dilakukan dengan memanfaatkan hukum stokes. Alat dan bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu tabung stokes, mistar gulung, micrometer sekrup, neraca ohauss 311 gr, pinset, stopwatch, termometer, zat cair (gliserin), lap/tissu dan bola pejal. Viskositas merupakan gesekan antara bagian-bagaian atau lapisan-lapisan cairan. Percobaan ini dilakukan dengan metode viskositas bola jatuh. Metode mengukur diameter bola pejal terlebih dahulu kemudian setelah mencapai batas atas dihitung waktu yang digunakan untuk sampai pada batas ukur bawah pada setiap benda yang digunakan. Fluida yang digunakan adalah gliserin. Bola pejal yang digunakan berupa kelereng yang berbeda ukuran dan bola baja. Penggunaan kelereng dan bola bertujuan untuk mengimbangi kekentalan gliserin sehingga berat dari kelereng dan bola baja dapat melawan gaya apung dari fluida. Selanjutnya bola di dijatuhkan kedalam zat, pengukuran waktu dimulai saat benda mencapai batas atas dan berheti pada batas bawah. Luas permukaan benda mempengaruhi kecepatan bergerak suatu benda dalam gliserin. Kesimpulannya Jika permukaan benda semakin luas maka semakin lambat kecepatan dari benda tersebut dalam gliserin.

Kata Kunci :  Viskositas, hukum stokes, fluida, kesalahan relatif

  1.   Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Viskositas atau ukuran kekentalan suatu zat cair dapat diartikan sebagai sifat dari suatu zat cair (fluida) yang disebabkan adanya gesekan antara             molekul-molekul zat cair dengan gaya kohesi pada zat cair tersebut. Gesekan inilah yang menghambat aliran zat cair. Besarnya kekentalan zat cair (viskositas) dinyatakan dengan suatu bilangan yang menentukan kekentalan suatu zat cair. Hukum viskositas Newton menyatakan bahwa untuk laju perubahan bentuk sudut fluida yang tertentu maka tegangan gesek berbanding lurus dengan viskositas.

Fluida, gas atau cairan, memiliki suatu sifat yang dikenal sebagai viskositas, yang dapat didefinisikan sebagai tahanan yang dilakukan suatu lapisan fluida terhadap suatu lapisan lainnya. Salah satu cara untuk menentukan viskositas cairan adalah metode kapiler dari Poiseulle, metode yang digunakan pada percobaan ini yaitu metode Stokes. Percobaan ini akan menghitung viskositas larutan yang berguna untuk menentukan tahanan fluida berdasarkan suhu yang berbeda-beda. Viskositas dari suatu cairan murni menjadi indeks hambatan aliran cairan.

Pada percobaan ini kita akan mempelajari tentang pengaruh suhu terhadap viskositas cairan. Cairan yang digunakan dapat bermacam-macam, namun pada percobaan ini cairan yang digunakan adalah zat cair gliserin dan zat cair lainnya. Berdasarkan uraian diatas maka dilakukan percobaan viskositas zat cairan untuk menentukan kekentalan suatu cairan.

  1. Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada percobaan ini adalah sebagai berikut:

  1. Apa yang dimaksud dengan viskositas zat cair?
  2. Bagaimana gaya-gaya yang bekerja pada suatu benda yang dijatuhkan dalam zat cair yang kental?
  3. Berapa besaran koefisien kekentalan zat cair yang digunakan menggunakan hukum stokes?
  4. Bagaimana grafik hubungan anatara jarak tempuh dengan waktu kemudian menentukan nilai viskositas zat cair pada percobaan?
  5. Bagaimana grafik hubungan antara jari-jari kuadrat dengan waktu tempuh kemudia menentukan nilai viskositas zat cair pada percobaan?
  6. Bagaimana perbedaan antara nilai viskositas zat cair secara perhitungan, grafik dan teori yang ditetapkan?
  1. Tujuan

Tujuan pada percobaan ini adalah sebagai berikut

  1. Menjelaskan defisini viskositas zat cair.
  2. Memahami  gaya-gaya yang bekerja pada suatu benda yang dijatuhkan dalam zat cair yang kental.
  3. Menentukan besaran koefisien kekentalan zat cair yang digunakan menggunakan hukum stokes.
  4. Menggambarkan grafik hubungan anatara jarak tempuh dengan waktu kemudian menentukan nilai viskositas zat cair pada percobaan.
  5. Menggambarkan grafik hubungan antara jari-jari kuadrat dengan waktu tempuh kemudia menentukan nilai viskositas zat cair pada percobaan.
  6. Membandingkan perbedaan antara nilai viskositas zat cair secara perhitungan, grafik dan teori yang ditetapkan.
    1. Manfaat

Adapun manfaat percobaan viskositas zat cair yaitu pada pembuatan sirup, minyak goring dan oli. Viskositas berguna untuk kehidupan seperti sirup yang dikentalkan agar tetap awet. Viskositas memiliki alat ukur disebut viscometer yang berfungsi untuk mengukur koefisien gliserin, oli atau minyak.

II.  Tinjauan Pustaka

Viskositas adalah ukuran yang menyatakan kekentalan suatu fluida yang menyatakan besar kecilnya gesekan dalam fluida. Semakin besar viskositas fluida, maka semakin sulit suatu fluida untuk mengalir dan juga menunjukan semakin sulit suatu benda bergerak dalam fluida tersebut. Kekentalan merupakan sifat cairan yang berhubungan dengan hambatan untuk mengalir. Beberapa cairan ada yang dapat mengalir dengan cepat namun ada yang mengalir secara lambat. Fluida yang mengalir lambat  seperti gliserin, madu dan minyak atso, ini dikarenkan mempunyai viskositas besar. Jadi viskositas menentukan kecepatan mengalirnya cairan (Halliday dan resnick, 1985: 45).

Viskositas adalah gesekan internal fluida. Gaya viskos melawan gerakan sebagian fluida relatif terhadap yang lain. Viskositas adalah suatu pernyataan “tahanan untuk mengalir” dari suatu sistem yang mendapatkan suatu tekanan. Makin kental suatu cairan, makin besar gaya yang dibutuhkan untuk membuatnya mengalir pada kecepatan tertentu. Viskositas fluida dinotasikan dengan η (“eta”) sebagai rasio tegangan geser. Viskositas cairan adalah fungsi dari ukuran dan permukaan molekul, gaya tarik antar molekul dan struktur cairan. Fluida adalah zat – zat yang mampu mengalir dan menyesuaikan diri dengan bentuk wadahnya. Apabila berada dalam kesetimbangan, fluida tidak dapat menahan gaya gesek. Hukum viskositas newton menyatakan bahwa untuk laju perubahan bentuk sudut fluida  tertentu maka tekanan gesek berbanding lurus dengan viskositas (sukardjo, 2002: 78).

Kekentalan disebabkan karena kohesi antara partikel zat cair. Zat cair ideal tidak mempunyai kekentalan. Zat cair mempunyai beberapa sifat sebagai berikut: apabila ruangan lebih besar dari volume zat cair akan terbentuk permukaan bebas horizontal yang berhubungan dengan atmosfer, mempunyai rapat massa dan berat jenis, dapat dianggap tidak termampatkan, mempunyai viskositas (kekentalan) dan mempunyai kohesi, adesi dan tegangan permukaan fluida (Atkins, 1997: 13).

Hubungan fluida dan viskositas adalah dalam fluida yang terdapat aktivitas molekuler antara bagian-bagian lapisannya. Salah satu akibat dari adanya aktivitas ini adalah timbulnya gesekan internal antara bagian-bagian tersebut, yang dapat digambarkan sebagai gaya luncur diantara  lapisan-lapisan  fluida  tadi.  Hal  ini dapat  dilihat  dari  perbedaan  kecepatan  bergerak lapisan-lapisan  fluida  tersebut.  Bila  pengamatan  dilakukan,  aliran  fluida  makin  mengecil  di tempat yang jarak terhadap dinding pipa yang semakin kecil, dan praktis tidak bergerak pada tempat  di  dinding  pipa.  Sedangkan  kecepatan  terbesar  terdapat   ditengah-tengah  pipa  aliran. Menurut Dogra (2009: 211) koefisien viskositas secara umum di ukur dengan dua metode :

1.  Viskometer  Oswald yaitu waktu  yang  dibutuhkan  untuk  mengalirnya  sejumlah zat  tertentu  dicatat dan h dihitung dengan hubungan:

   …………(2.1)

2.  Metode  bola jatuh  :  metode  bola  jatuh  menyangkut  gaya  gravitasi  yang  seimbang dengan gerekan aliran pekat dan hubungannya adalah:

  ………(

Viskositas memiliki alat ukur yang disebut dengan viscometer yang berfungsi untuk mengukur koefisien gliserin, oli, atau minyak. Viskositas banyak terdapat dalam kehidupan sehari-hari, dalam berbagai masalah penaruh viskositas pada aliran adalah kecil dan dengan demikian dia abaikan. Cairan kemudian dinyatakan sebagai tidak kental (inuicid) atau seringkali ideal dan diambil sebesar nol. Tetapi jika istilah aliran viskositas dipakai, ini berarti bahwa viskositas tidak terabaikan (Martoharsono, 2006: 67).

III.   Metode Percobaan

3.1  Waktu dan Tempat

Percobaan ini telah dilaksanakan pada hari Senin, 11 November 2019  pukul 07.30-10.00 di Laboratorium Fisika Dasar , Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

3.2  Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu: tabung stokes, mistar gulung, micrometer sekrup, neraca ohaus 331 gr, pinset, stopwatch, thermometer, zat cair gliserin, lap/tissue dan bola pejal.

3.3  Prosedur Kerja       

3.3.1  Hubungan antara jarak tempuh bola pejal dengan waktu tempuh

  1. Menentukan nilai NST pada masing-masing alat ukur yang akan digunakan.
  2. Mengukur diameter bola dengan menggunakan micrometer sekrup kemudian timbang dengan neraca.
  3. Menyiapakn tabung gelas dan tempatkan sendok saringan pada tabung kemudian isi tabung fluida dengan gliserin hingga hampir penuh.
  4. Melilitkan karet gelang sekitar 10 cm dibawah permukaan gliserin dan karet kedua dapat diatur.
  5. Mengatur karet kedua dengan jarak 20 cm
  6. Menempatkan bola pejal  diatas permukaan gliserin menggunakan pinset kemudian lepaskan dan ukur waktu dari gelang pertama kegelang kedua.
  7. Catat hasil pengamatan.

3.3. 2  Hubungan antara massa jenis bola pejal dengan waktu tempuh

  1. Memilih lima buah bola pejal dengan massa jenis yang sama dan jari-jari berbeda.
  2. Mengukur massa dan jari-jari masing-masing bola pejal.
  3. Menentukan dan mengukur jarak antara dua gelang pembatas.
  4. Mengukur waktu yang digunakan.

IV. Hasil dan pembahasan

  • Hasil Pengamatan
  •  Hubungan Antara Jarak Tempuh Dengan Waktu Tempuh

Massa jenis gliserin = 1,26 gr/cm3

Massa bola pejal      = 3,30 gr

Jejari bola pejal        = 10,375 mm

Tabel 4.1  Hubungan Antara Jarak Tempuh Dengan Waktu Tempuh

No Jarak tempuh bola pejal, s dalam cm Waktu tempuh dalam sekon  
t1 t2 t3 trata-rata
1. 20,00 1,50 1,55 1,57 1,54
2 30,00 2,40 2,11 2,04 2,18
3 40,00 4,58 4,24 4,30 4,37
  • Hubungan Antara Massa Jenis Bola Pejal Dengan Waktu Tempuh

Massa jenis gliserin = 1, 26 gr/cm3

Jarak tempuh           = 25 cm

Tabel 4.2  Hubungan Antara Massa Jenis Bola Pejal Dengan Waktu Tempuh

No Jejari bola pejal (cm) Massa bola pejal (gr/cm3) Volume bola pejal (gr/cm3) r bola pejal (gr/cm3) Waktu tempuh (S)
t1 t2 t3 trata-rata
1 1,75 18,71 2,80 6,706 3,17 3,99 4,09 3,75
2 1,4 5,05 1,43 3,531 1,57 2,04 2,04 1,88
3 1,9 5,34 3,58 1,49 1,99 1,54 2,01 1,84
  • Analisis Data

4.2.1 Analisis Data Tanpa Ketidakpastian

  1. Hubungan Antara Jarak Tempuh Dengan Waktu Tempuh

Tabel 4.3 Hubungan Antara Jarak Tempuh Dengan Waktu Tempuh

  No   Jarak tempuh (cm) Waktu tempuh t (s) Koefisien kekentalan zat cair  (poise)
1 20 1,54 19,65
2 30 2,18 19,65
3 40 4,37 28,247
  • Hubungan Antara Massa Jenis Bola Pejal Dengan Waktu Tempuh

Tabel 4.4 Hubungan Antara Massa Jenis Bola Pejal Dengan Waktu Tempuh

No Massa jenis (gr/cm3) Waktu tempuh t (s) Koefisien kekentalan zat cair  (poise)
1 6,706 3,75 136,27
2 3,531 1,88 18,224
3 1,49 1,84 3,329

4.2.2 Analisis Data Dengan Ketidakpastian

  1. Hubungan Antara Jarak Tempuh Dengan Waktu Tempuh

Tabel 4.5 Hubungan Antara Jarak Tempuh Dengan Waktu Tempuh

No Jarak tempuh (cm) Waktu tempuh t (s) KR (%) DK (%) AB PF
1 20 1,54 0,017 3 97 1,54 136,27 4,019
2 30 2,18 0,51 3 97 3 18,224 0,51
3 40 4,37 0,086 3 97 3 0,086  3,329
  • Hubungan Antara Massa Jenis Bola Pejal Dengan Waktu Tempuh

Tabel 4.6 Hubungan Antara Massa Jenis Bola Pejal Dengan Waktu Tempuh

No Massa jenis (gr/cm3) Waktu tempuh t (s) KR (%) DK (%) AB PF
1 6,706 3,75 0,115 4 96 1,54 136,27  4,9
2 3,531 1,88 0,99 5 95 2,27 18,224  0,99
3 1,49 1,84 0,025 14 86 2 3,329 0,48
  • Grafik

4.3.1 Grafik Hubungan Antara Jarak Tempuh Dengan Waktu Tempuh

Grafik 4.1 Hubungan Antara Jarak Tempuh dengan Waktu Tempuh

  • Grafik Hubungan Antara Massa Jenis Bola Pejal Dengan Waktu Tempuh

Grafik 4.1 Hubungan Antara Massa Bola Pejal dengan Waktu                    Tempuh

4.4  Pembahasan

Dari percobaan menentukan Viskositas (kekentalan) zat cair yang telah dilakukan, didapatkan hasil yang dapat dijadikan patokan dalam pengukuran. Pengaruh antara diameter terhadap kecepatan bola saat dijatuhkan ialah semakin besar diameter bola, maka semakin cepat bola jatuh. Namun, hal tersebut sangat bergantung pada massa bola itu sendiri.

Jika  bola bermassa berbeda dijatuhkan pada zat cair, maka bola yang bermassa paling besar yang akan mengalami kecepatan terbesar. Hal itu terjadi karena berat benda akan dipengaruhi oleh percepatan gravitasi bumi. Sehingga benda yang memiliki massa yang besar akan memiliki berat yang besar pula dan mengalami kecepatan yang besar.

Pengaruh kekentalan terhadap kecepatan jatuhnya bola yaitu semakin kental suatu zat cair atau fluida, maka daya untuk memperlambat suatu gerakan jatuhnya bola semakin besar. Sehingga semakin kental suatu zat cair, semakin lambat pergerakan benda yang jatuh didalamnya. Sebaliknya, semakin encer suatu zat cair atau fluida, maka semakin cepat benda yang dijatuhkan kedalamnya.

Sementara pengaruh massa suatu benda yang dijatuhkan kedalam zat cair atau fluida terhadap kecepatan jatuhnya bola ialah semakin besar massa benda tersebut, maka semakin besar pula kecepatan jatuhnya benda tersebut. Dari sini dapat disimpulkan bahwa massa suatu benda yang dijatuhkan kedalam zat cair (fluida) berbanding lurus terhadap kecepatan jatuhnya bola tersebut dalam fluida (zat cair).

V. Penutup

5.1 Kesimpulan

Viskositas adalah ukuran yang menyatakan kekentalan suatu fluida yang menyatakan besar kecilnya gesekan dalam fluida. Adapun gaya yang bekerja pada suatu benda saat dijatuhkan ke dalamgliserin yaitu gaya gesek, gaya apung dan gaya gravitasi. Besaran koefisien kekentalan zat cair berbeda-beda pada setiap benda dapat dilihat pada tabel 4.3 dan tabel 4.4 . Berdasarkan teori semakin besar suatu permukaan benda maka semakin lambat kecepatan suatu benda dalam zat cair namun juga dipengaruhi oleh massa dari benda tersebut. Semakin berat massa benda maka akan semakin cepat kecepatan suatu benda dalam zat cair.

5.2 Saran

Sebaiknya pada percobaan selanjutnya menggunakan zat cair yang lain misalnay oli atau minyak goreng agar dapat membandingkan tingkat kekentalan suatu cairan.

DAFTAR PUSTAKA

Atkins, p.w, 1997. Kimia Fisika. Jakarta: Erlangga

Dogra S Dogra, 2009. Kimia Fisik. Jakarta: Universitas Indonesia Press

Halliday dan Resnick, 1985. Fisika. Jakarta: Erlangga

Sukardjo, 1990. Kimia Anorganik. Jakarta: Rineka Cipta

Martuharsono, Soemanto, 2006. Biokimia I. Yogyakarta: UGM Press

Himpunan Mahasiswa Jurusan Kimia Kembali Menggelar Seminar Kewirausahaan ISATE (Islamic Interprenership)

Himpunan Mahasiswa Jurusan Kimia Kembali Menggelar Seminar Kewirausahaan ISATE (Islamic Interprenership)

Assalamualaikum Wr.Wb

Rabu (20/11/2019)

Himpunan Mahasiswa Jurusan Kimia Kembali Menggelar Seminar Kewirausahaan yang diberi nama ISATE (Islamic Interprenership) dengan mengusung tema “Peranan Teknologi Untuk Membangun Ekonomi Bangsa dalam Presfektif Islam.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi program kerja antara divisi kerohanian dan divisi dana dan usaha. Taufik Ibrahim selaku Ketua Panitia mengungkapkan “saya sangat bersyukur dapat melaksanakan kegiatan seperti ini karena di samping menjadi panitia kami juga mendapat ilmu berwirausaha” ujarnya.

Harfendi Selaku Ketua Umum HMJ Kimia “mengungkapkan rasa terima kasih terhadap panitia serta teman-teman pengurus yang dapat menyukseskan acara ini dan dia berharap semoga kegiatan ini bukan hanya sebatas teori saja, melainkan kita dapat mengaplikasikannya dan bisa menjadi pengusaha yang mengikuti jejak-jejak Rasulullah Saw”.

Pada kegiatan ISATE ini, sambutan yang dibawakan oleh Ketua Jurusan Kimia UINAM Dr. H. Asri Saleh, S.T., M.Si yang termasuk salah satu pengusaha sukses juga, mengungkapkan “apresiasi besar kepada himpunan karena dari dua tahun  sebelumnya, pengusaha di Indonesia baru 2%, wajar saja banyak pengangguran di Indonesia dibandingkan Negara lain yang pengusahanya sudah ada 8% hingga 10%, semoga lewat dari kegiatan ini dapat melahirkan pengusaha-pengusaha yang hebat di era milenial ini” Ujarnya.  Lanjutnya kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Dekan III Dr. Muhammad Anshar,S.P., M.Si “saya sangat bangga melihat adik-adik HMJ Kimia dapat melaksanakan kegiatan yang luar biasa seperti ini agar adik-adik kimia dapat menjadi pengusaha yang hebat, karena banyak hal-hal yang bisamdi kembangkan dari produk kimia” tuturnya.

Seminar ini di bawakan oleh dua pemateri yaitu Zulkifli Minsar, S.Pwk (CEO Saudagar Properti) dan Dr. Ir. H. Idris Parakkasi, MM (Trainer Motivasi Ekonomi Syariah Pinbuk Sulawesi Selatan) yang dipandu oleh Arnadi Nirwan selaku Moderator. Pemateri pertama yaitu Bapak Zulkifli Minsar, S.Pwk membawakan materi seputar berwirausaha dengan menggunakan teknologi dalam membangun ekonomi serta ust. Dr. Ir. H. Idris Parakkasi, MM membahas materi seputar presfektif islam dalam berwirausaha menggunakan teknologi digital. Diakhir acara dilakukan penyerahan cendramata dari panitia yang diberikan langsung oleh Ketua Jurusan Kimia Dr. H. Asri Saleh, S.T., M.Si dirangkaikan dengan foto bersama

Ajang Lomba Kreativitas (Alkali) Contest 2019 dengan Terobosan Cabang Lomba Baru

Ajang Lomba Kreativitas (Alkali) Contest 2019 dengan Terobosan Cabang Lomba Baru

Kegiatan Alkali Contest 2019 telah selesai, tahun ini Alkali Contest diadakan pada tanggal 23-25 september 2019. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Alkali Contest tahun ini memunculkan terobosan cabang lomba baru yakni Akustik dan Syarhil Qur’an dengan cabang lomba sebelumnya yakni Cepat Tepat Kimia (LCTK), Karya Tulis Ilmiah (LKTI), Mading Ilmiah dan Chemical Experiment Challenge (CEC), yang diikuti oleh perwakilan dari 29 sekolah SeSulSel-Bar.

“Kegiatan Alkali Contest ini sangat saya apresiasi dan berharap kepada adik-adik agar dapat menjadi saintis-saintis muda yang dapat menjadi generasi emas kedepannya, dan tentunya saya harapkan adik-adik semua mengikuti lomba ini dengan menjujung tinggi sportivitas” Ujar Bapak Dr. Muhammad Anshar, M.Si selaku Wakil Dekan III FST UINAM.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk mengembangkan potensi dan daya nalar siswa dan siswi SMA/MA dalam bidang ilmiah khususnya kimia.

“Dalam kegiatan ini saya juga sangat mengapresiasi, karna kegiatan ini mampu mengasa serta mengembangkan potensi adik-adik khususnya dalam ilmu kimia sehingga dapat menghadirkan penerus-penerus bangsa yang berjiwa saintis” Ujar Ibunda Dr.Rismawaty Sikanna, S.Si.,M.Si selaku Sekjur Kimia serta Ketua Umum HMJ Kimia Harfendi “Saya harapkan dalam kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar serta menjunjung tinggi sportivitas adik-adik dalam berlomba”.

Ketua Panitia Ahmad Dahlan mengatakan “Alkali contest tahun ini digelar berbeda dari tahun-tahun kemarin dengan memunculkan cabang lomba baru yaitu akustik dan syarhil Quran. Ini untuk melatih minat siswa bukan hanya di bidang ilmiah, tetapi juga pada cabang seni dan agama. Selamat Bersaing, Jadilah Pesaing yang menjujung tinggi sportivitas”.

Berikut pemenang tiap cabang-cabang lomba Alkali Contest 2019:

  1. Lomba Lomba Cepat Tepat Kimia (LCTK)
  1. SMAN 5 Gowa
  2. SMK-SMAK Makassar
  3. SMAN 17 Makassar
  4. Lomba Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI)
  1. SMAN 3 Bulukumba
  2. SMAN 11 Wajo
  3. SMAN 8 Bulukumba
  4. Lomba Mading Ilmiah
  1. SMAN 7 Wajo
  2. SMAN 5 Gowa
  3. SMAN 2 Pare-Pare
  4. Lomba Chemistry Eksperiment Challenge (CEC)
  1. SMK-SMAK Makassar
  2. MAN Insan Cendekia Gowa
  3. SMAN 2 Pare-Pare
  4. Lomba Syahril Qur’an
  1. MAN Insan Cendekia Gowa
  2. MA An-Nahdah Sudiang
  3. SMAN 11 Sinjai
  4. Lomba Akustik
  1. SMAN 5 Pinrang
  2. SMAN 2 Pare-Pare
  3. SMK-SMAK Makassar

Berdasarkan perhitungan juara tiap cabang lomba yang meraih juara umum 1, 2 dan 3 berturut-turut diraih oleh SMK-SMAK Makassar, MAN Insan Cindekia Gowa  dan SMAN 5 Gowa. Tahun ini Piala Bergilir Diboyong oleh SMK-SMAK Makassar yang sebelumnya di menangkan selama dua tahun terakhir oleh SMAN 5 Makassar.

Selamat buat para pemenang dan tetap semangat bagi yang belum meraih juara. Sampai Ketemu kembali di Ajang Lomba Kreatifitas Ilmiah (Alkali) Contest Ke VI Tahun 2020.

HMJ Kimia UINAM Menggelar Semarak Muharram 1441 H

HMJ Kimia UINAM Menggelar Semarak Muharram 1441 H

Assalamualaikum Wr.Wb

(13/09/19) Bulan Muharram sebagai bulan pertama dalam kelender hijriah merupakan momen yang sangat bersejarah bagi ummat islam, sehingga hal tersebut yang melatari Himpunan Mahasiswa Jurusan Kimia UIN Alauddin Makassar untuk melaksanakan acara Semarak Muharram 1441 H yang jatuh pada tanggal 13 September 2019 M.  Dalam pelaksaan kegiatan ini diharapkan menjadi motivasi dan penyemangat bagi segenap civitas akademika jurusan kimia untuk memperbaiki diri mejadi lebih baik lagi sesuai dengan tema yaitu “Dengan Semangat Hijrah Membangun Peradaban”.

Kegiatan tersebut diramaikan oleh mahasiswa serta para dosen dan laboran kimia, yang sekaligus dibuka langsung oleh ketua jurusan kimia Ibunda Sjamsiah, S.Si.,M.Si.,.Ph.D “melalui tema ini dengan semangat hijrah untuk membangun peradaban, saya berharap anak-anakku juga dapat menanamkan tema tersebut dalam diri agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi”.

“Makna hijrah sendiri tentu tidak hanya sekedar makna fisik perpindahan dari satu tempat ke tempat yang lainnya, tetapi lebih ke arah hijrah maknawiyah yaitu hijrah dari satu perilaku dan kondisi yang buruk menuju ke arah perilaku yang lebih baik lagi” Ujar Ust. Rahmat Sandi selaku pemateri dalam acara ini.

HMJ Kimia UINAM Kembali Menggelar Ajang Lomba ALKALI CONTEST 2019

HMJ Kimia UINAM Kembali Menggelar Ajang Lomba ALKALI CONTEST 2019

Assalamualaikum Wr. Wb

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) kembali menggelar Ajang lomba kreativitas ilmiah (Alkali) Contest ke-V yang merupakan ajang lomba bagi siswa dan siswi SMA/MA Se-SulSelBar yang dilaksanakan setiap tahunnya oleh HMJ KIMIA dengan mengusung tema “Implementasi SDGs 2030”.

Kegiatan ini akan digelar pada 23-25 September 2019 mendatang. Ada enam cabang lomba yang dipertandingkan yakni lomba cepat tepat kimia (LCTK), lomba karya tulis ilmiah (LKTI), mading ilmiah, chemical experiment challenge (CEC), akustik dan syarhil Alquran.

“Alkali contest tahun ini akan digelar berbeda dari tahun-tahun kemarin dengan memunculkan terobosan cabang lomba baru yaitu akustik dan syarhil Quran. Ini untuk melatih minat siswa bukan hanya di bidang ilmiah, tetapi juga pada cabang seni dan agama. Penyebaran surat untuk Alkali Contest sudah dimulai agar informasi dapat lebih masif lagi,” ujar Ahmad Dahlan, ketua panitia Alkali Contest 2019.

Alkali Contest akan dilaksanakan di Kampus II UINAM seperti tahun-tahun sebelumnya. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk mengembangkan potensi dan daya nalar siswa dan siswi SMA/MA dalam bidang ilmiah khususnya kimia.

“Harapannya semoga Alkali Contest tahun ini dapat berjalan lancar dan memiliki dampak yang baik bagi himpunan dan jurusan khususnya serta masyarakat umumnya,” kata Harfendi, Ketua HMJ Kimia periode 2018/2019.

Jadi bagaimana, sudah siapkah sekolahmu?

HMJ Kimia UINAM Mengadakan PORSENI

HMJ Kimia UINAM Mengadakan PORSENI

Assalamualaikum Wr.Wb

Himpunan Mahasiswa Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar mengadakan kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) dalam lingkup jurusan kimia dengan mengusung tema “Mengukuhkan Semangat Kimiawan Muda dalam Berprestasi dengan Kreatifitas dan Sportifitas”. Melalui tema PORSENI ini diharapkan mahasiswa-mahasiswa tetap menjaga kesehatan dengan berolahraga serta tetap berkreatif pada bidang seni. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua Jurusan Kimia Ibunda Sjamsiah, S.Si., M.Si., Ph. D. “Semoga dengan adanya kegiatan porseni ini saya harapkan dapat meningkatkan prestasi-prestasi mahasiswa dalam bidang olahraga maupun seni juga” (Ujarnya).

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk mewadahi bakat dari teman-teman serta untuk mempererat tali silatuhrahmi kepada seluruh mahasiswa serta masyarakat kimia UINAM” ujar Harfendi, Ketua HMJ Kimia.

Kegiatan PORSENI ini dilaksakan pada tanggal 04-07 Juli 2019 yang diikuti oleh Masyarakat kimia, mahasiswa kimia angkatan 2016 (L16AN) selaku juara umum pada Porseni kali ini, angkatan 2017 (ORB17AL) dan angkatan 2018 (MOL18DENUM). Kegiatan ini ditutup langsung oleh Ketua Alumni IKA KIMIA Kakanda Irwan Muhammad, S.SI yang dilanjutkan dengan penyerahan hadiah pada masing-masing pemenang.

Isolasi senyawa piperin dari lada hitam

praktikum percobaan isolasi senyawa piperin

Piperin adalah merupakan senyawa metabolit sekunder yang termasuk ke dalam golongan alkaloid. Piperin merupakan komponen utama dan zat berkhasiat yang terkandung dalam buah lada. Struktur piperin yaitu sebagai berikut:

 

Gambar 2.3 Struktur piperin

Piperin bertanggung jawab terhadap tingkat rasa pedas di dalam buah lada, bersama dengan kavisin. Piperin memiliki warna kuning yang berbentuk jarum, yang sukar larut dalam air dan mudah larut dalam etanol, eter, dan kloroform. Piperin bila dikecap mula-mula tidak berasa, lama-lama tajam menggigit. Apabila piperin terhidrolisis akan terurai menjadi piperidin dan asam piperat. Berat molekul piperin sebesar 285,3377 g/mol. Titik didih yang dimiliki piperin sebesar 127°C. Piperin apabila terkena cahaya akan terjadi fotoisomerisasi membentuk isomer isochavisin (trans-cis), isopiperin (cis-trans), dan piperin (transtrans). Piperin bersifat tahan panas karena memiliki titik didih yang cukup tinggi, sehingga metode ekstraksi piperin yang tepat adalah soxhletasi (Febriyanti, dkk., 2015: 70).

 

Lada Hitam (Piper nigrum L.)

Lada merupakan salah satu jenis rempah yang dimanfaatkan sebagai bumbu dalam berbagai masakan. Buah lada berbentuk bulat saat muda berwarna hijau dan setelah matang berwarna merah. Hasil pengolahan lada ada tiga jenis yaitu lada hitam, putih dan hijau, dari 3 jenis olahan yang dikenal hanya lada hitam dan putih dan masih digunakan sebatas untuk industri makanan (Sulhatun, dkk., 2013: 17).

Buah lada hitam mengandung alkaloid dan minyak atsiri dengan komponen felandren, dipenten, kariopilen, entoksilen, dan limonen (Depkes RI, 1980). Lada hitam juga mengandung antara lain alkaloid piperin (5,3-9,2%), kavisin (sampai 1%) dan metil-pirolin; minyak atsiri (1,2-3,5%); lemak (6,5-7,5%); pati (36-37%) dan serat kasar (±14%). Buah lada putih mengandung alkaloid seperti piperin, kavisin, dan metilpirolin, serta minyak atsiri, lemak dan pati. Kandungan utama dalam lada adalah alkaloid piperin (Hikmawanti, dkk., 2017: 174).

Menurut Sarpian (2003: 22) taksonomi lada hitam (Piper nigrum L.) adalah sebagai berikut:

Kingdom         : Plantae (tumbuhan)

Divisi               : Spermatophyta (tumbuhan  berbiji)

Kelas               : Angiospermai

Ordo                : Piperales

Famili              : Piperaceae

Genus              : Piper

Spesies            : Piper nigrum L.

 

METODE PERCOBAAN

 

Waktu dan Tempat

Percobaan ini dilakukan pada hari Senin, 22 April 2019 Pukul 07.30-16.30 wita. Bertempat di Laboratorium Kimia Organik Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Alat dan Bahan

  1. Alat

Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini yaitu Fourier Transform Infrared (FTIR) Nicolet iS10, neraca analitik, hot plate, blender, rangkaian alat soxhlet (kondensor, tabung sifon, pipa kapiler, labu alas datar 500 mL, selang plastik), rangkaian alat destilasi (steel heat, kondensor, adaptor, labu alas bulat 1000 mL, Erlenmeyer 250 mL, selang plastik), gelas ukur 200 mL, gelas kimia 500 mL, corong, batang pengaduk, statif, klem, ember, botol vial dan spatula.

  1. Bahan

Bahan-bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu air (H2O), aluminium foil, batu didih, benang putih, es batu, etanol (C2H6O) 96 %, kalium hidroksida (KOH) 10%, kalium bromida (KBr), kapas, kertas saring, lada hitam (Piper nigrum L) tissu dan vaselin.

 

Prosedur Kerja

Prosedur kerja pada percobaan ini adalah pertama-tama dihaluskan sampel lada hitam (piper nigrum L.) kemudian ditimbang sebanyak 50,0000 gr. Selanjutnya dirangkai alat soxhlet kemudian dibuat selongsong. Setelah itu, selongsong dimasukkan ke dalam tabung thiele kemudian diekstraksi dengan 350 mL etanol (C2H5OH) 96% yang telah ditambahkan batu didih selama 15 sirkulasi. Selanjutnya larutan didinginkan kemudian dilakukan proses destilasi sampai larutan kental kemudian ditambahkan 25 mL KOH-alkoholat saat larutan dalam keadaan hangat. Setelah itu, filtrat disaring kemudian dimasukkan ke dalam termos yang berisi es batu selam 24 jam. Selanjutnya ditimbang bobot kosong kertas saring kemudian kristal yang terbentuk disaring. Setelah itu, kristal dicuci dengan etanol (C2H5OH) 96% kemudian dimasukkan ke dalam botol vial dan diberi label.

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

 

Hasil Pengamatan

  1. Tabel Pengamatan

   Tabel 2.1 Hasil Isolasi Piperin dari Lada Hitam (Piper nigrum L.)

No. Variabel yang diamati Hasil Pengamatan
1. Bobot sampel lada 50,0000 gram
2. Bobot Kertas saring dan kristal 2,9082 gram
3. Bobot kertas saring kosong 0,9790 gram
4. Banyak sirkulasi 15 kali
5. Warna ekstrak hasil sirkulasi Hijau kecoklatan
6. Warna ekstrak hasil destilasi Cokelat
7. Warna ekstrak + KOH + etanol Hijau kecokelatan
8. Warna filtrate Hijau  kecokelatan
9. Warna Kristal Kuning


Pembahasan

Piperin merupakan komponen utama dan zat berkhasiat yang terkandung dalam buah lada. Piperin bersifat tahan panas karena memiliki titik didih yang cukup tinggi, sehingga metode ekstraksi piperin yang tepat adalah soxhletasi. Percobaan ini menggunakan metode soxhlet dengan prinsip penyaringan yang berulang-ulang sehingga hasil yang didapat sempurna dan pelarut yang digunakan relatif sedikit. Ekstraksi secara soxhlet menghasilkan rendemen yang lebih besar jika dibandingkan dengan maserasi. Prinsip ekstraksi metode sokhletasi adalah ekstraksi secara terus-menerus menggunakan pelarut yang relatif lebih sedikit, bila ekstraksi telah selesai maka pelarut dapat diuapkan sehingga akan diperoleh ekstrak.

Isolasi  piperin dari lada menggunakan sampel berbentuk bubuk halus agar zat-zat yang terkandung di dalam lada hitam mudah melarut dalam pelarut yang digunakan, karena diketahui semakin halus serbuk maka kelarutan akan meningkat karena semakin banyak terjadi kontak dengan pelarut, sehingga semakin banyak zat yang dapat terbentuk dan semakin efisien proses pemisahan atau ekstraksi yang terjadi.  Pelarut etanol 96% digunakan sebagai pelarut polar yang dapat mengikat segala komponen dalam sampel baik polar maupun nonpolar sehingga etanol mampu melarutkan piperin sesuai dengan prinsip like dissolved like. Proses ekstraksi dilakukan selama beberapa 3 jam, hal ini bertujuan untuk memperoleh ekstrak yang murni. Penambahan batu didih pada proses ekstraksi bertujuan untuk menjaga tekanan dan suhu larutan supaya tetap stabil dan tidak terjadi letupan selama proses ekstraksi berlangsung. Kalium hidroksida (KOH) berfungsi untuk memisahkan senyawa piperin dari resin pengotor serta mengikat senyawa piperin. KOH dalam etanol bertujuan untuk memperoleh piperin dari ekstrak pekat, yang mana dalam ekstrak tersebut masih terdapat komponen lain sehingga ketika ditambahkan KOH dalam etanol menyebabkan piperin yang ada dalam ekstrak tersebut bereaksi untuk mendapatkan senyawa piperin. Rekristalisasi dengan cara dicuci menggunakan etanol untuk mempercepat proses pengeringan dan mengilangkan zat-zat pengotor, karena etanol bersifat mudah menguap sehingga dapat menyerap kelebihan air yang terdapat pada kristal piperi. Prinsip dasar dari proses rekristalisasi adalah perbedaan kelarutan antara zat yang akan dimurnikan dengan zat pengotornya.

Berdasarkan hasil yang diperoleh kristal piperin pada sampel lada hitam yang dapat dilihat pada lampiran B dalam 50 gram diperoleh kadar rendamen kristal piperin sebesar 3,8584 %. Hal ini tidak sesuai dengan teori  yang menyatakan bahwa dalam 50 gram ekstrak buah lada hitam yang diisolasi dengan metode sokhletasi diperoleh kadar rendamen sebesar 12.207% (Febriyanti, 2016: 73). Kadar rendamen dari lada hitam yang diperoleh juga sangat jauh dari literatur yang menyatakan bahwa piperin yang terkandung dalam lada hitam sebesar 5-92 %. Hal ini diakibatkan karena proses ekstraksi hanya mampu terekstrak sebagian sehingga persentase rendemen kristal lada hitam yang diperoleh kecil.

Berdasarkan uji yang dilakukan diperoleh hasil analisis isolasi lada hitam menggunakan instrument FTIR. Analisis gugus fungsi pada isolasi lada hitam dengan FTIR diperoleh hasil yaitu pada panjang gelombang 1582.77 cm-1 diidentifikasi terdapat gugus fungsi cincin aromatik (C=C), panjang gelombang 1633.91 cm-1  diidentifikasi adanya gugus amida, pada 2860.47 cm-1 mencirikan adanya gugus fungsi alkana (C-H), panjang gelombang 3008.40 cm-1 dan 3067.80 cm-1  mencirikan adanya gugus fungsi aromatik (C-H) serta panjang gelombang 3450.45 teridentifikasi terdapat gugus fungsi amida, panjang gelombang 1509.80 cm-1 mencirikan adanya gugus eter. Analisis gugus fungsi pada pada isolasi lada hitam menggunakan instrument FTIR tidak jauh beda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Mutiara, 2015: 37) menunjukkan bahwa pada panjang gelombang 1581.63 cm-1 mencirikan adanya gugus fungsi cincin aromatik (C = C) dan pada panjang gelombang 3008.95 cm-1  teridentifikasi terdapat gugus fungsi aromatik
(C-H).

PENUTUP

Kesimpulan

Kesimpulan pada percobaan ini adalah sebagai berikut:

  1. Metode isolasi senyawa piperin dari lada hitam (Piper nigrum L.) yaitu dilakukan dengan metode ekstraksi sokhletasi yang dilanjutkan dengan proses destilasi. Selanjutnya ditambahkan KOH-alkoholat dan dikristalisasi pada suhu dingin selama 24 jam dan direkristalisasi dengan etanol kemudian diidentifikasi dengan FTIR.
  2. Kadar piperin yang terdapat dalam lada hitam (Piper nigrum ) sebesar 3,8584 %.
  3. Komponen gugus fungsi yang terdapat pada piperin pada dalam lada hitam (Piper nigrum ) dengan menggunakan FTIR (Fourier Transform Infrared) yaitu amina amida, eter, alkana (C-H) dan cincin aromatik (C=C).

Saran

Saran pada percobaanini yaitu untuk percobaan  selanjutnya sebaiknya menggunakan sampel lada hijau (Piper nigrum) sehingga dapat dibandingkan hasilnya dengan lada hitam.

 

HMJ Kimia UINAM Memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

HMJ Kimia UINAM Memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Assalamualaikm WR.WB

(06/02/019) Himpunan Mahasiswa Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan tema “Melalui Peringatan Isra Mi’raj Kita Tingkatkan Iman dan Taqwa dalam Kehidupan Sehari-hari”. Melalui tema Isra’ Mi’raj ini diharapkan dapat memberikan kesadaran serta meningkatkan kembali iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Dimana kegiatan ini langsung dibuka oleh Ketua Jurusan Kimia Ibunda Sjamsiah, S.Si., M. Si., Ph.D. “semoga melalui Isra’ Mi’raj ini kita mampu mengambil hikmah yang terkandung dalam peristiwa isra’ mi’raj sehingga kita dapat mengaplikasi dalam dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya menjalankan tuntunan pekerjaaan tetapi tidak melupakan kewajiban sebagai ummat islam” (ujarnya)

Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Kimia, Harfendi mengatkan “Isra’ Mi’raj ini bukan hanya sekedar kegiatan untuk memperingati, melainkan kita mampu mengupgrade kapasitas iman dan taqwa kita dan yang terpenting kita tidak pernah meninggalkan kewajiban kita yaitu sholat”.

Kegiatan Isra’ Mi’raj ini dihadiri oleh Ketua Alumni IKA Kimia beserta alumni lainnya serta beberapa pengurus lembaga yang ada di Fakultas Sains dan Teknologi. Hikmah Isra’ Mi’raj ini dibawakan oleh Ust. Muhammad Idrus, S.H.I, dimana inti dari materi yang dibawakan yaitu pentingnya sholat bagi diri sendiri.